Selasa Literasi: Safa Aulia Rahmi NST Paparkan Hasil Membaca Novel 7 Prajurit Bapak

By Jubaedah Syu\\ 03 Feb 2026, 14:35:12 WIB Kurikulum
Selasa Literasi: Safa Aulia Rahmi NST Paparkan Hasil Membaca Novel 7 Prajurit Bapak

Keterangan Gambar : Safa, siswa kelas X.I menyampaikan hasil literasi membaca novel di lapangan madrasah


Parung Panjang, 3 Januari 2026 — Kegiatan Serasi (Selasa Literasi) kembali dilaksanakan di MAN 5 Bogor pada Selasa, 3 Januari 2026. Bertempat di lapangan madrasah, kegiatan ini berlangsung pukul 06.45 WIB sebelum pelaksanaan salat Duha, dan diikuti oleh seluruh warga madrasah dengan penuh antusias.

Pada kesempatan tersebut, Safa Aulia Rahmi NST, siswi kelas X.I, menyampaikan hasil membaca novel berjudul 7 Prajurit Bapak karya Andrea Hirata, yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Dalam pemaparannya, Safa menjelaskan bahwa novel ini mengisahkan sosok seorang bapak dengan tujuh orang anaknya yang diibaratkan sebagai tujuh prajurit kehidupan.

Ketujuh anak tersebut disebut “prajurit” karena masing-masing berjuang menghadapi kehidupan dengan cara, karakter, dan tantangan yang berbeda. Meski memiliki jalan hidup yang tidak sama, seluruh anak dididik dengan nilai-nilai kehidupan yang sama oleh sang bapak, seperti disiplin, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah.

Baca Lainnya :

Safa juga menggambarkan tokoh bapak dalam novel ini sebagai sosok yang tegas, sederhana, dan jarang mengekspresikan perasaan secara verbal.

Namun di balik sikap tersebut, tersimpan kasih sayang yang besar kepada anak-anaknya. Dari figur bapak inilah para anak belajar tentang arti perjuangan hidup dan keteguhan dalam menghadapi kenyataan.

Menurut Safa, novel 7 Prajurit Bapak terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami dan mampu mengajak pembaca merasakan perjuangan seorang ayah dalam membesarkan anak-anaknya. Novel ini mengajarkan bahwa kasih sayang orang tua tidak selalu ditunjukkan melalui kata-kata manis, melainkan melalui pengorbanan dan usaha yang tidak pernah berhenti.

Lebih lanjut, Safa menyampaikan bahwa buku ini memberikan pesan moral agar setiap anak lebih menghargai orang tua, memahami cara mereka mendidik, serta tidak mudah mengeluh dalam menghadapi kehidupan. Kesuksesan seorang anak, sebagaimana tergambar dalam novel, tidak terlepas dari doa, perjuangan, dan pengorbanan orang tua di belakangnya.


Melalui kegiatan Selasa Literasi ini, MAN 5 Bogor terus berkomitmen menumbuhkan budaya membaca, berpikir kritis, serta membangun karakter peserta didik melalui literasi yang bermakna dan inspiratif.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment