- Siswa MAN 5 Bogor Raih Juara 3 Lomba Video Resensi Buku Tingkat Provinsi Jawa Barat
- Tim MAN 5 Bogor Raih Juara Harapan 3 di Lomba Cerdas Cermat MIHRAB 2.0
- Dhuha Rutin Bersama, Siswa Kelas X MAN 5 Bogor Awali Pagi dengan Ibadah
- Disiplin di Bulan Ramadan
- Distribusi MBG di MAN 5 Bogor Berjalan Tertib, Siswa Dibiasakan Berbudaya Antre
- MAN 5 Bogor Jalin Kerja Sama dengan Global Institute melalui Penandatanganan MoU
- Motivasi Belajar di Bulan Ramadan, Waka Kurikulum Ajak Siswa Tetap Semangat dan Disiplin
- Dhuha Rutin Bersama Warnai Pagi di MAN 5 Bogor
- Materi Pamungkas Pesantren Ramadan Day 5
- Pesantren Ramadan Day 5 Kegiatan 1: Duha, Doa dan Tadarus Bersama
Rizki, Siswa MAN 5 Bogor & Duta Baca Kabupaten Bogor 2025, Jadi Pemateri di Jamran Parung Panjang

Keterangan Gambar : Riski Zuliansyah Siswa Kelas XII.B MAN 5 Bogor yang juga Duta Baca Kabupaten Bogor 2025 Menjadi Pemateri Pada Kegiatan Jambore Ranting Parung Panjang 2025
Parungpanjang – Suasana Jambore Ranting Kwartir Ranting Parungpanjang 2025 semakin semarak dengan hadirnya kegiatan Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Branding Generasi Muda, yang digelar pada Selasa, 26 Agustus 2025 di Wisata Alam Gunung Dago, Parungpanjang.

Salah satu pemateri dalam kegiatan ini adalah Rizki Zuliansyah, siswa MAN 5 Bogor sekaligus Duta Baca Kabupaten Bogor 2025, yang memberikan pembekalan inspiratif bagi ratusan peserta jambore.
Baca Lainnya :
- Briefing Seluruh C-ASN MAN 5 Bogor: Dorongan untuk Terus Berinovasi dalam Pembelajaran0
- MAN 5 Bogor Gelar Kegiatan Kokurikuler RAHAJA0
- MAN 5 Bogor Gelar Pembagian Hadiah Hiburan Lomba Agustusan0
- Gebyar Agustusan Meriahkan MAN 5 Bogor0
- MAN 5 Bogor Raih Prestasi di Lomba Gerak Jalan HUT RI ke-800
Sebanyak 200 Pramuka Penegak dan Penggalang tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Rizki menekankan bahwa media sosial bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga wadah untuk menebarkan gagasan positif, membangun citra diri, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Generasi muda harus mampu menjadikan media sosial sebagai cermin karakter. Apa yang kita bagikan di dunia maya akan mencerminkan siapa diri kita. Maka, gunakanlah media sosial untuk menginspirasi, mengedukasi, dan mengajak kebaikan,” ujar Rizki di hadapan para peserta.
Kegiatan ini menghadirkan materi yang relevan dengan dunia generasi digital saat ini, mulai dari literasi digital, strategi personal branding, etika komunikasi di dunia maya, hingga praktik membuat konten kreatif. Metode yang digunakan pun interaktif dan aplikatif: peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan konten positif yang sesuai dengan nilai kepramukaan. Tak hanya sekadar pembekalan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi yang menumbuhkan kesadaran ekologis dan sosial. Peserta diarahkan untuk berpikir kritis dalam menyaring informasi, serta diajak mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan ke dalam perilaku bermedia sosial. Dengan begitu, kepramukaan tidak hanya hadir di bumi perkemahan, tetapi juga mewarnai ruang digital generasi muda. Kwarran Parungpanjang berharap para Pramuka dapat menjadi pelopor penggunaan media sosial yang sehat dan bertanggung jawab. Kehadiran Rizki Zuliansyah sebagai siswa MAN 5 Bogor dan Duta Baca Kabupaten Bogor 2025 menjadi motivasi tersendiri bagi peserta, bahwa anak muda dapat menjadi teladan positif sekaligus agen perubahan, baik di dunia nyata maupun dunia digital.

Landasan Al-Qur’an dan Hadis
1. QS. Al-Baqarah: 83
وَٱقْرَءُوا۟ إِلَى ٱلنَّاسِ حُسْنًا
"Dan ucapkanlah kepada manusia perkataan yang baik..."
2. QS. Al-Hujurat: 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."
3. Hadis HR. Bukhari dan Muslim
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat kompetensi digital generasi muda, tetapi juga menjadi pengingat bahwa bermedia sosial harus berlandaskan nilai-nilai akhlak mulia sebagaimana diajarkan dalam Islam. (Humas)
Sumber Berita: Risky Zuliansyah










