- Dhuha Rutin Bersama, Siswa Kelas X MAN 5 Bogor Awali Pagi dengan Ibadah
- Disiplin di Bulan Ramadan
- Distribusi MBG di MAN 5 Bogor Berjalan Tertib, Siswa Dibiasakan Berbudaya Antre
- MAN 5 Bogor Jalin Kerja Sama dengan Global Institute melalui Penandatanganan MoU
- Motivasi Belajar di Bulan Ramadan, Waka Kurikulum Ajak Siswa Tetap Semangat dan Disiplin
- Dhuha Rutin Bersama Warnai Pagi di MAN 5 Bogor
- Materi Pamungkas Pesantren Ramadan Day 5
- Pesantren Ramadan Day 5 Kegiatan 1: Duha, Doa dan Tadarus Bersama
- Akhlak Remaja Muslimah di Era Digital
- Menata Waktu, Memanen Pahala di Bulan Ramadhan
Pesantren Ramadan Day 4 MAN 5 Bogor
Belajar Menaklukkan Hawa Nafsu: Ramadan sebagai Madrasah Pengendalian Diri bagi Generasi Muda
.jpg)
Keterangan Gambar : Murod Indrawan, S.Pd.I menyampaikan
2026 — Kegiatan Pesantren Ramadan hari keempat di MAN 5 Bogor diawali dengan penyampaian materi pertama bertema “Pengendalian Diri dan Hawa Nafsu” yang disampaikan oleh Murod Indrawan, S.Pd.I.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa salah satu tujuan utama ibadah puasa adalah melatih kemampuan manusia dalam mengendalikan diri, terutama dalam menahan hawa nafsu. Pengendalian diri menjadi kunci penting dalam membentuk karakter seorang muslim yang kuat, sabar, dan bertanggung jawab.
Murod Indrawan menegaskan bahwa manusia harus mampu mengendalikan hawa nafsunya agar tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan. Ia mengingatkan bahwa apabila seseorang tidak mampu mengendalikan hawa nafsu, maka justru hawa nafsu yang akan mengendalikan hidupnya. Oleh karena itu, bulan Ramadan menjadi momentum terbaik untuk melatih kesabaran, menata emosi, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.
Baca Lainnya :
- Kreatif dan Informatif: Tim Humas MAN 5 Bogor Desain Poster Model Buletin untuk Instagram0
- MAN 5 Mengajar & Berbagi: Tebar Ilmu, Raih Berkah Ramadan0
- Duha Bersama di Hari Ke 3 Pesantren Ramadan Day 3 MAN 5 Bogor0
- Pesantren Ramadan Day 3 MAN 5 Bogor0
- Pesantren Ramadan Day 3 MAN 5 Bogor0
Peserta didik diajak untuk memanfaatkan Ramadan sebagai sarana pembinaan diri, dengan memperbanyak ibadah, menjaga perilaku, serta menghindari hal-hal yang dapat memicu sikap negatif. Pengendalian diri tidak hanya dilakukan dalam menahan lapar dan haus, tetapi juga dalam menjaga lisan, sikap, serta perbuatan sehari-hari.
Melalui materi ini, diharapkan peserta didik semakin memahami pentingnya mengelola hawa nafsu agar mampu menjalani kehidupan dengan lebih bijak dan terarah. Pesantren Ramadan pun menjadi ruang pembinaan spiritual bagi siswa untuk tumbuh sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan memiliki kontrol diri yang kuat. (Red.Humas)










