- Doa dalam Islam: Wujud Pengabdian Hamba kepada Allah SWT
- Pengarahan Singkat untuk Pengawas Ruang TKA Diagnostik
- Siswa Kelas XII MAN 5 Bogor Ikuti TKA Diagnostik
- MAN 5 Bogor Gelar Rahaja dengan Sarapan Sehat Bersama
- Rizki, Siswa MAN 5 Bogor & Duta Baca Kabupaten Bogor 2025, Jadi Pemateri di Jamran Parung Panjang
- Briefing Seluruh C-ASN MAN 5 Bogor: Dorongan untuk Terus Berinovasi dalam Pembelajaran
- MAN 5 Bogor Gelar Kegiatan Kokurikuler RAHAJA
- MAN 5 Bogor Gelar Pembagian Hadiah Hiburan Lomba Agustusan
- Gebyar Agustusan Meriahkan MAN 5 Bogor
- MAN 5 Bogor Raih Prestasi di Lomba Gerak Jalan HUT RI ke-80
Bu Asa: Guru Sejarah dengan Tangan Emas dalam Seni Henna
Sejarawan berhias seni, tangan emas di luar kelas—itulah gambaran yang tepat untuk bu Asa

Keterangan Gambar : Bu Asa, Guru Sejarah Seniman Henna
MAN 5 Bogor – Di balik sosoknya sebagai guru sejarah di MAN 5 Bogor, Bu Asa memiliki bakat tersembunyi yang luar biasa. Bu Asa bukan hanya mencatat sejarah, tetapi juga mengukir keindahan melalui seni henna. Dengan tangan emasnya, setiap goresan henna yang dibuatnya menjadi karya seni yang memikat.
Sebagai pendidik, Bu Asa dikenal sebagai guru yang penuh wawasan, membawa siswanya menyelami peristiwa-peristiwa penting di masa lalu. Namun, di luar kelas, beliau menunjukkan sisi lain dari dirinya—seorang seniman henna yang piawai dalam menciptakan motif-motif indah dan penuh makna.
Baca Lainnya :
- Siswa MAN 5 Bogor Antusias Gali Informasi Jalur PBUTM UGM0
- Antusiasme Siswa MAN 5 Bogor pada Sesi Tanya Jawab di UGM0
- Kunjungan MAN 5 Bogor ke UGM, Diterima oleh Bagian Akademik di Gedung University Center0
- Pembukaan Program Siswa Berasrama MAN 5 Bogor Bulan Februari 2025: Membangun Disiplin dan Kemandiria0
- Siswa MAN 5 Bogor Ikuti Kunjungan Kampus di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang0
“Keterampilan bu Asa benar-benar luar biasa. Henna yang dibuatnya bukan hanya sekadar hiasan, tetapi juga memiliki sentuhan seni yang khas,” ujar salah satu guru di MAN 5 Bogor.
Bu Asa adalah bukti bahwa bakat dan passion bisa berjalan beriringan. Beliau tidak hanya mengajarkan sejarah dengan kata-kata, tetapi juga melukiskan keindahan melalui seni. Sejarawan berhias seni, tangan emas di luar kelas—itulah gambaran yang tepat untuk bu Asa.
Dengan henna, Bu Asa tidak hanya menciptakan keindahan di masa kini, tetapi juga mengukir sejarahnya sendiri dalam dunia seni. Beliau membuktikan bahwa seorang guru tidak hanya berperan dalam membimbing dan mengajar, tetapi juga bisa menjadi seniman yang menginspirasi. [Humas]