Detail Berita

image

Siswa Hidupkan Sidang BPUPKI

BOGOR, 3 Agustus 2026 – Suasana pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas X.G MAN 5 Bogor berlangsung berbeda dari biasanya. Peserta didik tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi turut menghadirkan kembali semangat para tokoh bangsa melalui simulasi Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Kegiatan pembelajaran yang dipandu oleh Ibu Eka Puspita Handayani, S.Pd. ini menjadi salah satu upaya menghadirkan proses belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna. Melalui metode bermain peran, peserta didik diajak memahami perjalanan sejarah bangsa, khususnya proses perumusan dasar negara Indonesia dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami. Dalam kegiatan tersebut, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang bertugas memerankan tokoh-tokoh penting dalam Sidang BPUPKI.

Setiap kelompok menyampaikan gagasan, melakukan diskusi, serta mempresentasikan jalannya persidangan sesuai dengan peran yang diberikan. Layaknya sebuah sidang resmi, peserta didik belajar menyampaikan pendapat, memberikan tanggapan, serta membangun kesepakatan melalui proses musyawarah. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan jalannya simulasi sekaligus memberikan penguatan materi mengenai latar belakang pembentukan BPUPKI, rangkaian sidang, gagasan para tokoh bangsa, hingga proses lahirnya rumusan dasar negara yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pembelajaran berbasis simulasi ini memberikan pengalaman berbeda bagi peserta didik. Mereka tidak hanya memahami materi melalui buku teks, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana proses para pendiri bangsa berdiskusi dan memperjuangkan gagasan demi kepentingan Indonesia. 

Kegiatan tersebut turut melatih kemampuan komunikasi, keberanian berbicara di depan umum, berpikir kritis, serta menghargai perbedaan pendapat. Selain meningkatkan pemahaman akademik, pembelajaran ini juga memperkuat Dimensi Profil Lulusan. Kemampuan bernalar kritis berkembang ketika peserta didik menganalisis proses perumusan Pancasila, sikap kolaboratif tumbuh melalui kerja sama kelompok, kreativitas terlihat dalam penghayatan peran tokoh sejarah, dan kemampuan komunikasi terasah melalui penyampaian argumentasi secara santun. Nilai beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia juga tercermin melalui sikap menghargai pendapat, bertanggung jawab, serta mengutamakan musyawarah. 

Kegiatan ini turut mengintegrasikan nilai-nilai Panca Cinta sebagai bagian dari budaya madrasah. Cinta Allah SWT diwujudkan melalui rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih melalui perjuangan para pendiri bangsa. Cinta Ilmu ditanamkan melalui semangat mempelajari sejarah dan nilai-nilai kebangsaan. Cinta Sesama tercermin dalam sikap menghormati, bekerja sama, dan menjaga etika selama proses simulasi berlangsung. Cinta Lingkungan diwujudkan melalui kepedulian menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang belajar, sedangkan Cinta Bangsa diperkuat melalui peneladanan semangat persatuan, nasionalisme,8 dan musyawarah para tokoh BPUPKI.

Melalui pembelajaran yang inovatif dan berbasis pengalaman, MAN 5 Bogor terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang kritis, percaya diri, berintegritas, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara. 

Penulis: Humas MAN 5 Bogor