Literasi Menumbuhkan Semangat Dhuha Bersama
Bogor, 11 Agustus 2026 — Setiap orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing. Ada yang melangkah cepat, ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai tujuan. Pesan inilah yang mengemuka dalam kegiatan SERASI (Selasa Literasi) dan Salat Dhuha Bersama yang dilaksanakan di Lapangan MAN 5 Bogor, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru MAN 5 Bogor. Tidak sekadar menjadi rutinitas mingguan, SERASI dan Dhuha Bersama menjadi ruang bagi warga madrasah untuk mengawali aktivitas dengan bekal pengetahuan sekaligus penguatan spiritual.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi literasi. Pada kesempatan tersebut, Feby Riawan, siswa kelas X.E, membacakan rangkuman buku Semua Ada Prosesnya. Buku tersebut mengajak pembaca untuk memahami bahwa setiap manusia memiliki jalan dan proses kehidupan yang berbeda.
Melalui rangkuman yang disampaikan, Feby mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hadir dalam waktu yang sama bagi setiap orang. Perbedaan pencapaian bukan alasan untuk merasa tertinggal, apalagi terus membandingkan diri dengan orang lain. Setiap keberhasilan membutuhkan waktu, usaha, kesabaran, dan perjuangan yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.
Pesan tersebut menjadi refleksi yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Di tengah lingkungan sekolah yang mempertemukan banyak karakter, kemampuan, dan pencapaian, siswa diajak untuk lebih menghargai proses dirinya sendiri. Apa yang telah dicapai hari ini patut disyukuri, sementara apa yang belum tercapai dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan berusaha.
“Jangan merasa tertinggal hanya karena melihat keberhasilan orang lain. Fokuslah pada proses diri sendiri karena setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk berkembang dan berhasil,” menjadi pesan utama yang dapat dipetik dari sesi literasi tersebut.
Setelah sesi literasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Salat Dhuha bersama di lapangan madrasah. Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan khidmat. Pergantian suasana dari aktivitas literasi menuju ibadah memberikan pengalaman yang utuh: peserta didik diajak mengembangkan wawasan sekaligus menjaga kedekatan spiritual.
Salat Dhuha bersama merupakan salah satu bentuk pembiasaan yang diterapkan di MAN 5 Bogor untuk menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan peserta didik. Melalui kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama, siswa dibiasakan untuk mengenal kedisiplinan dalam beribadah serta menumbuhkan karakter beriman dan berakhlakul karimah.
Perpaduan literasi dan ibadah dalam kegiatan SERASI menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang seberapa banyak pengetahuan yang diperoleh, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan tersebut membentuk sikap dan karakter. Membaca mengajarkan manusia untuk memahami dunia, sementara ibadah mengajarkan manusia untuk memahami dirinya dan mendekat kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan ini, MAN 5 Bogor terus berupaya menciptakan budaya madrasah yang mendorong peserta didik untuk gemar membaca, menghargai proses, bersyukur, disiplin, dan memiliki karakter religius.
Sebab, seperti pesan yang dibawa dari buku Semua Ada Prosesnya, tidak ada perjalanan yang benar-benar sia-sia. Setiap langkah memiliki waktunya sendiri untuk tumbuh dan berkembang. Yang terpenting bukan seberapa cepat seseorang sampai, melainkan seberapa baik ia menjalani prosesnya.
Dokumentasi: Keysa Dinda Nafisa
Pewarta: Keysa Dinda Nafisa — OSIS MAN 5 Bogor