Detail Berita

image

Literasi Bergerak, Hidup Sehat Terwujud

Bogor, 1 September 2026 — Kegiatan kokurikuler SERASI (Selasa Literasi) di MAN 5 Bogor kembali menjadi ruang bagi siswa untuk belajar, berbagi pengetahuan, sekaligus menyampaikan pesan positif kepada warga madrasah. Pada Selasa, 1 September 2026, kegiatan yang berlangsung di lapangan MAN 5 Bogor tersebut diisi dengan kampanye pola hidup sehat yang dibawakan oleh siswa kelas XII.

Kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan literasi yang tidak berhenti pada aktivitas membaca atau memahami informasi, tetapi juga mendorong siswa untuk mengomunikasikan pengetahuan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, siswa kelas XII mengambil peran sebagai penyampai pesan edukatif mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

Dengan memanfaatkan momentum SERASI, pesan tentang pola hidup sehat disampaikan secara langsung di hadapan warga madrasah. Kampanye tersebut mengajak siswa untuk semakin peduli terhadap kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan kesehatan, baik dalam menjaga kebersihan, memperhatikan pola makan, maupun membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Keterlibatan siswa kelas XII dalam kampanye juga menunjukkan bahwa kegiatan kokurikuler dapat menjadi sarana untuk mengembangkan keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan rasa tanggung jawab. Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi diberi kesempatan untuk mengolahnya menjadi pesan yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

SERASI pun menjadi lebih dari sekadar agenda literasi mingguan. Kegiatan ini membuka ruang bagi siswa untuk menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar. Ketika literasi dipadukan dengan kampanye kesehatan, informasi yang dipelajari dapat diterjemahkan menjadi ajakan untuk membangun kebiasaan yang lebih baik.

Melalui kegiatan tersebut, MAN 5 Bogor terus mendorong terciptanya budaya madrasah yang literat sekaligus peduli terhadap kesehatan. Pesan sederhana tentang hidup sehat diharapkan tidak berhenti di lapangan, tetapi dapat diterapkan oleh siswa dalam keseharian, sehingga literasi benar-benar hadir sebagai pengetahuan yang memberi dampak.