Langkah Baru Penuh Inspirasi, Hadza Siap Bawa OSIS MAN 5 Bogor Menuju Perubahan Positif
Bogor, LM-NEWS, 2 Nopember 2026 -- Pergantian kepemimpinan organisasi siswa menjadi momentum penting bagi tumbuhnya semangat baru di lingkungan madrasah. Hal tersebut tercermin dari sosok Hadza Liana Safira, Ketua OSIS MAN 5 BOGOR yang baru saja resmi mengemban amanah kepemimpinan pada periode kepengurusan terbaru. Dalam wawancara dengan Wulan Syahrini Cantika selaku kontributor LM-NEWS yang juga pengurus Paskibra MAN 5 Bogor, Hadza mengungkapkan bahwa jabatan yang kini disandangnya menghadirkan perasaan campur aduk antara bangga dan rasa takut. Kebanggaan muncul karena memperoleh kepercayaan dari siswa dan guru, sementara rasa takut menjadi pengingat akan tanggung jawab besar yang harus dijalankan.
Baginya, menjadi ketua OSIS bukan sekadar memperoleh jabatan atau popularitas, melainkan menerima kepercayaan yang harus dibuktikan melalui tindakan, keteladanan, dan pengabdian. Hadza juga menegaskan bahwa orientasi utama kepemimpinannya adalah mengemban amanah dengan sebaik-baiknya serta menghadirkan program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh siswa. Semangat tersebut sejalan dengan konsep student leadership atau kepemimpinan peserta didik, yang menempatkan siswa bukan hanya sebagai penerima kebijakan sekolah, tetapi juga sebagai bagian dari penggerak perubahan.
Kepemimpinan OSIS idealnya tidak berhenti pada penyelenggaraan kegiatan seremonial, melainkan mampu membangun budaya kolaborasi, kreativitas, kedisiplinan, komunikasi, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, keberhasilan seorang ketua OSIS tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan ruang partisipasi dan menumbuhkan potensi seluruh peserta didik.
Dalam perspektif pembinaan kesiswaan, Waka Kesiswaan MAN 5 BOGOR, Tita Supriatin, memiliki peran strategis dalam memastikan kepengurusan OSIS menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan murid. Organisasi siswa harus menjadi wadah pembelajaran demokrasi yang memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk menyampaikan gagasan, berkolaborasi, serta mengembangkan kemampuan mengelola kegiatan. Pandangan ini sejalan dengan publikasi Kementerian Pendidikan yang menegaskan bahwa pengalaman berorganisasi dapat mengasah kemampuan komunikasi, koordinasi, dan kepemimpinan peserta didik. Bahkan, Kementerian Pendidikan pada 2026 kembali menekankan pentingnya kecerdasan sosial sebagai salah satu fondasi pemimpin muda.
Sementara itu, Waka Kurikulum MAN 5 BOGOR, Indra Parimarma, memandang kepemimpinan OSIS sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan secara utuh. Prestasi akademik perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi. Karena itu, kepengurusan OSIS diharapkan mampu menjadi laboratorium pembelajaran nyata bagi murid untuk memahami arti kepemimpinan, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, dan mempertanggungjawabkan setiap amanah. (Kontributor : Wulan Syahrini Cantika. Editor : Indra Parimarma, Jurnalis Senior LM-NEWS)