Detail Berita

image

Kuasai Modal Auxiliaries Lewat Latihan

Bogor, 26 Agustus 2026 — Pembelajaran Bahasa Inggris di MAN 5 Bogor kembali berlangsung aktif dan berorientasi pada penguatan pemahaman siswa. Pada Rabu, 26 Agustus 2026, siswa kelas XII.C mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris pada jam ke-1 bersama Pak Mahfud Siradjuddin, M.Pd dengan materi Modal Auxiliaries.

 

Pada pertemuan kali ini, siswa diajak memperdalam pemahaman mengenai penggunaan modal auxiliaries melalui kegiatan membahas soal. Pembahasan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk menguji sejauh mana mereka memahami fungsi dan penggunaan kata bantu modal dalam berbagai konteks kalimat Bahasa Inggris.

 

Satu per satu soal dibahas dengan mencermati penggunaan modal auxiliaries yang tepat. Siswa diarahkan untuk tidak sekadar mengetahui jawaban, tetapi juga memahami alasan di balik pemilihan jawaban tersebut. Dengan cara ini, mereka dapat mengenali perbedaan penggunaan can, could, may, might, must, should, dan berbagai bentuk lainnya sesuai dengan konteks kalimat.

 

Kegiatan pembahasan soal berlangsung sebagai proses belajar dua arah. Siswa memperoleh kesempatan untuk mengidentifikasi kesalahan, memperbaiki pemahaman, serta menghubungkan materi yang dipelajari dengan penggunaan Bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari.

 

Pembelajaran berbasis latihan juga membantu siswa membangun ketelitian dalam memahami struktur dan makna kalimat. Kemampuan tersebut menjadi penting karena penggunaan modal auxiliaries tidak hanya berkaitan dengan tata bahasa, tetapi juga dapat menunjukkan makna seperti kemampuan, kemungkinan, izin, kewajiban, maupun saran.

 

Melalui kegiatan ini, siswa kelas XII.C diharapkan semakin percaya diri dalam memahami dan menggunakan modal auxiliaries secara tepat. Pembahasan soal menjadi langkah penting untuk memperkuat konsep sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi berbagai bentuk penggunaan Bahasa Inggris dalam konteks akademik maupun kehidupan sehari-hari.

 

MAN 5 Bogor terus mendorong pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih, menganalisis, dan memperbaiki pemahamannya. Dengan proses belajar yang konsisten, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris secara lebih terarah dan bermakna.