JUMHANI Tanamkan Bijak Berucap
Bogor, 28 Agustus 2026 — Jumat pagi di MAN 5 Bogor kembali diisi dengan kegiatan JUMHANI (Jumat Sehat Rohani) yang berlangsung di lapangan madrasah, Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan siswi MAN 5 Bogor sebagai bagian dari pembiasaan keagamaan sekaligus penguatan karakter peserta didik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kultum pagi yang disampaikan oleh Zahwa Almaqhira. Mengangkat tema “Menjaga Lisan”, Zahwa mengajak para siswa untuk lebih berhati-hati dalam setiap ucapan yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kultumnya, disampaikan bahwa setiap perkataan perlu dipikirkan terlebih dahulu agar tidak menyakiti hati orang lain, memicu perselisihan, maupun menjadi sumber fitnah. Sebagai seorang muslim, menjaga lisan dapat diwujudkan dengan membiasakan diri berkata baik, jujur, sopan, serta menghindari perkataan yang tidak memberikan manfaat.
Zahwa juga mengingatkan pentingnya menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak hubungan antarsesama, seperti berkata kasar, menghina, menggunjing, hingga menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa lisan yang sederhana dalam penggunaannya memiliki dampak yang besar terhadap diri sendiri maupun orang lain.
“Menjaga lisan bukan sekadar mengurangi bicara, tetapi belajar memastikan bahwa setiap kata yang keluar membawa kebaikan,” menjadi semangat yang relevan dalam pesan kultum pagi tersebut.
Setelah kultum selesai, kegiatan JUMHANI dilanjutkan dengan Salat Duha berjamaah di lapangan MAN 5 Bogor. Para siswa mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan khusyuk sebagai bentuk pembiasaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengawali aktivitas sekolah dengan nilai-nilai spiritual.
Melalui JUMHANI, MAN 5 Bogor terus menghadirkan ruang bagi siswa untuk tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun akhlak dan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tentang menjaga lisan diharapkan dapat diterapkan siswa, baik ketika berada di madrasah, di lingkungan keluarga, maupun dalam pergaulan di masyarakat.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Satu ucapan yang baik dapat menenangkan hati, mempererat persaudaraan, dan menjadi bagian dari ketakwaan kepada Allah SWT.
Dokumentasi & Pewarta: Keysa Dinda Nafisa — OSIS MAN 5 Bogor