Detail Berita

image

Jaga Lisan, Cerminan Akhlak Siswa

Bogor, 31 Agustus 2026 — Satu kalimat dapat menguatkan, tetapi satu kalimat pula dapat melukai. Pesan inilah yang menjadi sorotan dalam amanat upacara bendera di MAN 5 Bogor pada Senin, 31 Agustus 2026, yang berlangsung di lapangan MAN 5 Bogor.

Upacara yang diikuti oleh seluruh peserta didik dan warga madrasah tersebut berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kali ini, kelas XII.E dipercaya menjadi petugas upacara dan menjalankan setiap tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Bertindak sebagai pembina upacara, Bu Lifia Kartika, S. Pd., menyampaikan amanat mengenai pentingnya menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kemampuan menjaga perkataan merupakan bagian penting dari akhlak yang perlu terus ditanamkan dalam diri setiap siswa.

Dalam amanatnya, Bu Lifia mengingatkan bahwa lisan memiliki kekuatan yang besar. Perkataan yang disampaikan dengan baik dapat memberikan semangat, membangun hubungan positif, dan membuat orang lain merasa dihargai. Sebaliknya, ucapan yang tidak dipikirkan dengan matang dapat menimbulkan luka, kesalahpahaman, bahkan perselisihan.

Karena itu, para siswa diajak untuk membiasakan diri berpikir sebelum berbicara. Setiap perkataan hendaknya dipertimbangkan manfaat dan dampaknya, terlebih di era digital ketika sebuah ucapan dapat dengan mudah tersebar melalui media sosial.

Pesan menjaga lisan juga menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa MAN 5 Bogor. Sikap santun dalam berbicara, menghormati lawan bicara, menghindari ejekan, tidak menyebarkan perkataan yang belum tentu benar, serta menjauhi ghibah merupakan bentuk nyata penerapan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjaga lisan bukan berarti kita tidak boleh berbicara, tetapi bagaimana setiap perkataan yang keluar dapat membawa kebaikan dan tidak menyakiti orang lain,” menjadi inti pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.

Melalui kegiatan upacara, MAN 5 Bogor tidak hanya menanamkan kedisiplinan, tetapi juga menghadirkan ruang pembinaan karakter bagi peserta didik. Pesan sederhana tentang menjaga lisan diharapkan dapat terus dibawa siswa, bukan hanya selama berada di lingkungan madrasah, melainkan juga dalam keluarga, pertemanan, dan kehidupan bermasyarakat.

Upacara bendera pun menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya tentang seberapa tinggi prestasi yang diraih, tetapi juga tentang seberapa baik akhlak yang tercermin dalam sikap dan perkataan.