Detail Berita

image

Itjen Kemenag Beri Pembinaan BMN di MAN 5 Bogor, Perkuat Tertib Administrasi dan Akuntabilitas

Kabupaten Bogor — Tertib administrasi dan akuntabilitas menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola madrasah. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Barang Milik Negara (BMN) yang dilaksanakan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama di MAN 5 Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Oktober 2026. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan untuk memastikan penatausahaan, inventarisasi, pemutakhiran data, serta pengamanan aset negara berjalan sesuai ketentuan. 

Monev juga dilakukan melalui pembahasan, klarifikasi, dan verifikasi data serta dokumen yang berkaitan dengan BMN di lingkungan madrasah. Ketua Tim Monev Pengelolaan BMN Itjen Kemenag, Ahmad Soleh, menekankan pentingnya kesesuaian antara data BMN pada sistem dengan kondisi fisik di lapangan. 

Menurutnya, penatausahaan dan pemutakhiran data secara berkala diperlukan agar keberadaan dan pemanfaatan aset negara dapat ditelusuri serta dipertanggungjawabkan. Selain administrasi, aspek pengamanan aset turut menjadi perhatian, termasuk aset tanah. Pengamanan tersebut mencakup aspek administrasi, fisik, dan hukum sehingga aset negara yang digunakan untuk menunjang layanan pendidikan memperoleh perlindungan yang memadai. 

Monev di MAN 5 Bogor diikuti oleh Plt. Kepala MAN 5 Bogor Moh. Syahlan, S.Pd.I., M.Ag., Kepala Tata Usaha Hj. Latifah, S.IP., Bendahara Syahroni, S.Kom., serta Staf Tata Usaha Nurdiansyah, S.Pd. Plt. Kepala MAN 5 Bogor menyambut baik pembinaan yang dilakukan Itjen Kemenag. 

Ia menyampaikan komitmen madrasah untuk menindaklanjuti hasil monitoring dan melakukan penyempurnaan sesuai arahan yang diberikan. “Masukan dari Tim Itjen menjadi bahan bagi kami untuk memperbaiki pengelolaan BMN, baik dari sisi administrasi, penataan fisik, maupun pengamanan aset,” ujar Syahlan. 

Menurutnya, keberadaan aset negara memiliki peran penting dalam menunjang penyelenggaraan layanan pendidikan. Karena itu, koordinasi antarunit akan terus diperkuat agar aset tercatat dengan baik, terpelihara, dan dimanfaatkan sesuai ketentuan. 

Kegiatan Monev ini diharapkan tidak berhenti pada proses evaluasi, tetapi menjadi pijakan bagi MAN 5 Bogor untuk melakukan perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan administrasi yang tertib, data yang mutakhir, serta aset yang terjaga, tata kelola madrasah diharapkan semakin akuntabel dan mampu mendukung layanan pendidikan secara optimal. (Jube/Humas)