Irham Bawa Keterampilan Menjahit Sederhana ke Jambore Nasional XI
Bogor, 18 Agustus 2026 — Keterampilan praktis menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Jambore Nasional XI. Kesempatan tersebut turut dimanfaatkan oleh anggota Pramuka MAN 5 Bogor, Irham, yang dipercaya menjadi panitia pada bidang Kegiatan Keterampilan Kepramukaan (Scouting Skill), khususnya keterampilan menjahit sederhana.
Jambore Nasional XI berlangsung pada 14–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Melalui bidang Scouting Skill, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mengembangkan kreativitas dan kemandirian.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Irham berperan membantu pelaksanaan keterampilan menjahit sederhana. Amanah sebagai panitia memberikan pengalaman bagi Irham untuk tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis, tetapi juga terlibat langsung dalam pelayanan kegiatan dan berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah.
“Saya merasa senang dan bangga bisa dipercaya menjadi bagian dari panitia Scouting Skill di Jambore Nasional. Bagi saya, ini merupakan pengalaman yang sangat berharga karena saya bisa belajar sekaligus berbagi keterampilan menjahit sederhana kepada peserta,” ujar Irham.
Menurut Irham, keterlibatan dalam kegiatan berskala nasional memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kegiatan yang biasa dilakukan di lingkungan madrasah.
“Selama mengikuti kegiatan ini, saya belajar untuk lebih bertanggung jawab, berkomunikasi dengan orang lain, dan bekerja sama dengan tim. Saya berharap pengalaman ini bisa menjadi bekal untuk terus mengembangkan diri dan lebih aktif dalam kegiatan Pramuka,” tambahnya.
Irham menjadi salah satu dari tiga anggota Pramuka MAN 5 Bogor yang turut dipercaya dalam kepanitiaan Scouting Skill. Ghailan bertugas pada keterampilan pembuatan ring woogle, sedangkan Kanaya bertugas pada keterampilan pemanfaatan barang bekas menjadi lampion. Pembina Pramuka Putri Gudep MAN 5 Bogor, Nevi Damayanti, juga turut menjadi panitia pada keterampilan aksesoris manik-manik.
Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan kepramukaan di MAN 5 Bogor diarahkan tidak sekadar pada kegiatan rutin, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan, kepemimpinan, tanggung jawab, komunikasi, dan pengalaman berorganisasi dalam forum yang lebih luas.
“Saya berharap setelah kegiatan ini saya bisa membawa pengalaman yang saya dapat untuk diterapkan di madrasah dan membagikannya kepada teman-teman lainnya. Semoga Pramuka MAN 5 Bogor semakin aktif dan semakin banyak siswa yang berani mengambil kesempatan untuk belajar dari kegiatan seperti ini,” pungkas Irham.