Dari Tradisi Mengaji hingga Mendidik Anak Negeri, Pak Tb. Faturohman Ungkap Makna Santri yang Sesungguhnya
Parungpanjang, LM-NEWS— Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi Tb. Faturohman, guru Bahasa Arab di MAN 5 Bogor, untuk mengenang perjalanan hidupnya sebagai santri. Baginya, hari santri bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan ruang untuk merawat ingatan tentang tradisi mengaji, kedisiplinan, dan nilai-nilai keagamaan yang membentuk karakter seseorang.
Tb. Faturohman pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Modern Al-Iman, Ponorogo, Jawa Timur, pada 1991–1996. Pengalaman selama lima tahun di pesantren itu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Setelah menapaki dunia pendidikan, ia mengabdikan diri di MAN 5 Bogor, yang dahulu bernama MAN Parungpanjang, selama 26 tahun. Ia mengajar bersama rekan satu angkatan pengabdian, Indra Parimarma, guru Pendidikan Pancasila.
Pada kesempatan lainnya, Waka Kurikulum, Indra Parimarma berpesan untuk murid-murid MAN 5 BOGOR bahwa ilmu harus melahirkan akhlak, iman harus menumbuhkan kepedulian, dan cinta tanah air harus diwujudkan melalui pengabdian. Jadilah generasi santri yang kritis, berintegritas, mencintai ilmu, menjaga persatuan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa. Hal tersebut sesuai dengan tema hari santri 2026 "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". (Penulis : Indra Parimarma, Jurnalis Senior LM-NEWS)