BRUS Bekali Murid MAN 5 Bogor Hadapi Tantangan Masa Remaja
Parung Panjang, 24 September 2026 — Masa remaja bukan sekadar fase pertumbuhan, tetapi juga periode ketika seseorang mulai belajar mengenali diri, mengelola emosi, menjaga kesehatan, dan menentukan arah pergaulan. Hal inilah yang menjadi perhatian dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan KUA Kecamatan Parung Panjang bersama MAN 5 Bogor, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas X.F, X.G, dan X.H tersebut diikuti murid MAN 5 Bogor.
Materi yang diberikan tidak hanya berbicara tentang pengenalan diri, tetapi juga menyentuh aspek yang dekat dengan kehidupan remaja, mulai dari pengendalian emosi, kesehatan alat reproduksi, hingga pemahaman mengenai penyakit seksual. Plt. Kepala MAN 5 Bogor, Moh. Syahlan, S.Pd.I., M.Ag., menyampaikan bahwa pembekalan semacam ini penting agar murid memiliki pengetahuan dan kesadaran yang memadai dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja. “Kegiatan BRUS ini sangat penting bagi murid karena masa remaja merupakan fase untuk mengenal diri, mengelola emosi, menjaga kesehatan, dan membangun pergaulan yang positif. Kami berharap melalui kegiatan ini, murid MAN 5 Bogor semakin memahami pentingnya menjaga diri serta mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab,” ujar Moh. Syahlan.
Materi BRUS disampaikan oleh Mohamad Sukron, S.Sos.I.; Hilda, S.Tr.Keb.Bdn.; dan Chairunisa Nurlaili, SKM. Kehadiran pemateri dari berbagai latar belakang memberikan perspektif yang lebih luas kepada murid, sehingga pembahasan tidak berhenti pada aspek pengetahuan, tetapi juga diarahkan pada kesadaran dan sikap dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran KUA Kecamatan Parung Panjang, yakni Drs. Ahmad Baedowi, M.M., Kepala KUA; Muhammad Arrizal Pratama, S.Sos., Penghulu Ahli Pertama; Sukron Naim, S.Sy., Penyuluh Agama Islam Ahli Pertama; Muhammad Syarif Hidayat, S.Pd., Penyuluh Agama Islam Ahli Pertama; serta Drs. Rusma Permana, Penyuluh Agama Islam Ahli Pertama.
BRUS menjadi ruang bagi murid untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai berbagai persoalan yang mungkin mereka hadapi pada fase remaja. Dengan pemahaman yang baik, murid diharapkan tidak hanya mampu mengenali perubahan dalam dirinya, tetapi juga dapat mengendalikan emosi, menjaga kesehatan, serta membangun pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab.
Melalui kolaborasi madrasah dan KUA tersebut, pembinaan remaja tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang memiliki kesadaran diri, mampu menjaga diri, dan siap menghadapi tantangan kehidupan dengan nilai-nilai positif.