Belajar Bahasa Jepang Secara Kontekstual, Siswa MAN 5 Bogor Kenali Mata Uang Jepang
BOGOR – Pembelajaran Bahasa Jepang di MAN 5 Bogor berlangsung interaktif dan kontekstual. Siswa Kelas XII.G mengikuti pembelajaran mengenai nominal, penyebutan, dan penggunaan mata uang dalam bahasa Jepang di bawah bimbingan guru pengampu, Syarifa Syahrir, S.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dilatih menyebutkan berbagai nominal mata uang dalam bahasa Jepang dengan tepat. Materi tidak hanya disampaikan melalui pemahaman teori, tetapi juga diperkuat melalui latihan pengucapan dan percakapan kontekstual yang menggambarkan situasi transaksi sehari-hari.
Melalui pembelajaran ini, siswa dapat memahami penggunaan angka dan mata uang dalam komunikasi Bahasa Jepang sekaligus mengenal aspek kehidupan sehari-hari dan budaya masyarakat Jepang.
Syarifa Syahrir, S.Pd. menyampaikan bahwa pembelajaran mengenai mata uang menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan kebahasaan sekaligus pemahaman lintas budaya siswa.
“Pembelajaran ini tidak hanya melatih kemampuan berbahasa, tetapi juga memberikan wawasan praktis mengenai kebudayaan dan kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Dengan demikian, siswa memiliki pengalaman belajar bahasa asing yang lebih kontekstual,” ujarnya.
Kegiatan pembelajaran tersebut turut menguatkan Nilai Dimensi Profil Lulusan, khususnya Bernalar Kritis dan Kebinekaan Global. Siswa dilatih berpikir cermat dalam memahami penggunaan angka dan nominal sekaligus membangun sikap terbuka terhadap keberagaman budaya.
Selain itu, pembelajaran mengintegrasikan Nilai Panca Cinta, terutama Cinta Ilmu melalui semangat mempelajari bahasa asing dan Cinta Tanah Air dan Bangsa melalui penguatan wawasan global yang diharapkan dapat menjadi bekal siswa dalam berinteraksi di lingkungan yang semakin terbuka.
Melalui pembelajaran Bahasa Jepang yang aktif dan kontekstual, MAN 5 Bogor terus berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang memperluas wawasan siswa, mengembangkan keterampilan komunikasi, serta menumbuhkan kesiapan menghadapi tantangan dunia global.